Dari keterangan tertulis Ditjen Pendidikan Tinggi, setiap tahun, sekitar 95 ribu lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat yang berprestasi tidak dapat melanjutkan pendidikan karena alasan ekonomi. Sehinnga untuk menyelesaikan persoalan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan program 100 harinya mengeluarkan program beasiswa yaitu Bidikmisi. Program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2010.
“Kita menginginkan anak didik kita bisa mengikuti pendidikan tinggi. Syarat bidikmisi, tidak punya uang untuk sekolah, dan harus masuk perguruan tinggi,” kata Dirjen Dikti Djoko Santoso, di Gedung D, Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2014)
Sekama bidikmisi sendiri bukan hanya membebaskan mahasiswa dari biaya pendaftaran dan biaya kuliah, dikatakan Djoko, program bidikmisi akan memberikan bantuan biaya hidup dan pendampingan akademik agar lulus tepat waktu dan berprestasi.
Masih dari catataan Ditjen Pendidika Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sampai tahun 2013, dukungan biaya pendidikan ini sudah diberikan kepada 149.768 orang mahasiswa yang tersebar di 98 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 590 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Pada 2013 sendiri program bidikmisi telah menghasilkan lulusan angkatan 2010 dari program D3 sebanyak 1.732 mahasiswa.
Pada 2014 ini, program bidikmisi menginjak tahun ke lima, kuota untuk mahasiswa baru yang disediakan sebanyak 60 ribu.
Prestasi. Dari data yang diterima, sampai semester genap tahun 2012/2013 dari hasil evaluasi kinerja mahasiswa melalui penelaahan IPK, mahasiswa penerima tahun 2010 (6 semester) sebanyak 88.13% memmiliki IPK diatas 2.75 dan tercatat sebanyak 279 mahasiswa tersebut memiliki IPK di atas 3.90.
Penerima tahun 2011 (4 semester) sebanyak 85.64% memiliki IPK di atas 2.75 dan tercatat sebanyak 306 mahasiswa tersebut memiliki IPK di atas 3.90.
Sedangkan, penerima tahun 2012 (2 semester) sebanyak 85.70% memiliki IPK di atas 2.75 dan tercatat sebanyak 512 mahasiswa tersebut memiliki IPK di atas 3.90.
Kemudian, untuk penerima tahun 2012 di PTS sebanyak 79.68% memiliki IPK di atas 2.75 dan tercatat sebanyak 42 mahasiswa tersebut memiliki IPK di atas 3.90.
Akan Terima Amanat dari Presiden. Djoko menambahkan, sebagai penghargaan atas prestasi tersebut, Kemendikbud dalam hal ini Dikti mengadakan sebuah acara khusus bagi mereka. Acara tersebut merupakan kegiatan Silaturahim Nasional Bidik Misi 2014 dengan tema Kebangkitan Kaum Duafa.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 27-28 Februari 2014 di Jakarta yang bertempat di Bidakara. Acara tersebutpun rencananya dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah tokoh sukses dalam berkarya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan kepemimpinan dan kewirausahaan."Akan ada Presiden dan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan memberikan amanat kepada mereka. Meski hanya sebagian kecil mahasiswa yang hadir atas prestasi akademik mereka, diharapkan setelah pulang mereka akan membawa bekal kebangsaan, kemandirian, kebersamaan, jejaring komunikasi, dan koordinasi kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan cintaIndonesia untuk disebarluaskan di daerah asal mereka," tuturnya.
di tulis oleh: S. Sopian
■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.