![]() |
| Foto: Istimewa/.net |
Rutinitas padat dan segudang aktivitas terkadang menjadi sebuah dilematika yang membuat sebagian wanita merasa jenuh. Kesempatan liburan yang kurang hingga menghabiskan waktu bersama keluarga terkadang menjadi sesuatu yang mahal dan sulit dilakukan. Kejenuhan yang bertubi-tubi khususnya pada kaum wanita akan memicu rasa depresi hingga perasaan tak berarti karena melewatkan berbagai waktu dan kesempatan dalam kehidupannya.
Karena itu diperlukan kemampuan seorang wanita untuk mencuri waktu atau menentukan Me Time di tengah kesibukannya. Salah satu hal yang terpenting adalah menentukan jadwal. Di dalam setiap kegiatan apapun diperlukan jadwal yang tepat supaya dapat mengatur waktunya dengan baik. Melalui jadwal yang telah dibuat dan ditentukan Anda bisa melihat kapan memiliki sisa waktu setelah melaksanakan kewajiban bekerja untuk hang-out atau liburan. Namun, semua kegiatan yang ditulis itu harus ditepati. Karena, meskipun jadwal sudah tersusun rapi, tetapi tidak ditepati maka Anda tidak akan pernah bisa mencuri waktu atau memiliki Me Time.
Menurut Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd dari Universitas Negeri Malang, Prodi Bimbingan dan Konseling, pada dasarnya kegiatan hangout atau sekedar kumpul-kumpul bersama rekan kerja merupakan salah satu Me Time yang bermanfaat. Kegiatan tersebut menjadi penting dengan alasan untuk menjalin relasi yang positif dengan rekan kerja. Kita sering bertemu dengan rekan kerja dalam situasi pekerjaan (formal), kita mengenal rekan kerja di sekitar kita ketika mereka ada di “posisi” dalam pekerjaan tersebut. Bisa sebagai bos, atasan, bawahan atau rekanan) tetapi jika liburan atau hang out kondisinya akan sangat berbebeda. Kita akan semakin mengenal satu sama lain tentang pribadi masing-masing.
Terkadang ada hal-hal lain yang bisa terungkap dalam kondisi tidak formal sehingga dari sini diharapkan dapat semakin memperkuat team work. Situasi keakraban dalam Me Time Anda sebaiknya jangan selalu dipikirkan dampak negatifnya. Walaupun tidak memungkinan hal tersebut bisa berdampak negatif yaitu semakin memecah belah team. Namun perlu diingat selalu bahwa no body is perfect. Paling tidak relasi ini membuat kita bisa memahami mengapa mereka memiliki sikap atau mengambil keputusan “seperti itu”. Hal ini menjadikan kita tidak selalu memiliki prasangka buruk terhadap rekan kerja kita dan mungkin saja bisa membantu mencarikan solusi yang terbaik untuk kemajuan bersama.
Selain melakukan kegiatan hangout, ada beberapa kegiatan me time lainnya yang sangat tergantung pada karakteristik masing-masing. Ada yang bisa menjadi refresh dengan hanya menyempatkan diri untuk tidur pulas tanpa diganggu selama 15 menit, main games di komputer, keluar dari kantor untuk sekedar makan siang atau coffee break. Hiburan lain yang bisa dipilih setelah jam bekerja atau di hari libur di antaranya membaca buku, pergi ke pusat perbelanjaan, mengantar anak ke tempat les, liburan bersama keluarga, pelemasan otot-otot tubuh melalui massage atau paket body spa, hair spa, creambath atau juga totok wajah.
Menengok berbagai kegiatan Me Time yang bisa dilakukan, ada baiknya Anda memilih salah satu dari kegiatan tersebut atau kegiatan lain yang bisa membuat Anda merasa nyaman hingga mencapai kepuasan diri. Usahakan jangan sampai melewatkan kegiatan Me Time. Pasalnya tak menutup kemungkinan ada efek negatif yang ditimbulkan jika seorang wanita usia produktif terlalu sibuk bekerja tanpa memikirkan hiburan atau kesenangan pribadi.
Efek jangka pendeknya adalah kejenuhan dan stres. Sedangkan efek jangka panjangnya bisa menjadikan seorang wanita kehilangan sense of humanity. Maksudnya ia bisa menjadi seorang yang tegang dan membuat dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri oleh karena intervensi yang dominan dari tempat kerjanya yang menuntut dia tidak menjadi dirinya secara utuh.
Bahkan bagi wanita yang sudah berkeluarga dan tidak menyempatkan diri untuk keluarganya, maka perlu diingat bahwa bagaimanapun juga keluarga khususnya suami dan terlebih anak-anak memerlukan sosok seorang wanita sebagai ibu dan istri. Anak-anak pastinya mengharapkan seorang ibu yang care dan peduli terhadap perkembangan dan kebutuhan anak-anaknya.
Meskipun bekerja dan mencapai jenjang karir yang cukup tinggi, wanita yang memutuskan menikah dan berkeluarga hendaknya sebisa mungkin jika sudah di rumah jangan menyentuh atau membawa pekerjaan kantor ke rumah. Gunakanlah waktu di rumah Anda sebaik mungkin bersama suami dan anak-anak karena kegiatan sederhana di rumah yang dihabiskan bersama bisa menjadi me time yang bermanfaat bagi Anda dan berarti bagi keluarga.
■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.