Hot News

Ini Dua Hal Larangan di Bulan Muharram

Bulan Muharam adalah salah satu bulan yang disucikan. Banyak hikmah yang dapat dipetik di dalamnya. 

Dosen Attahiriyah, Dr.KH. Abdul Halim Soleh menuturkan dari dua belas bulan ada empat bulan yang disebut "arba'atun hurum" atau bulan haram (suci). Ini sebagaimana termaktub dalam surat Attaubah ayat 36.

"Yaitu bulan Rajab, Zulkaidah, Zulhijjah, dan sekarang ini bulan Muharam," ujarnya, dalam dialog kajian kitab Fatul Bari tentang Puasa muharram di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (27/10).

Lebih lengkap Ia menjelaskan kelanjutan petikan ayat 36 dalam surat Attaubah. Dimana isinya, seorang muslim pada bulan tersebut dituntut dua hal.

Pertama, "Falaa Tadzlimuu Fiyhinna Anfusakum"  menurutnya kalimat itu bermaksud agar setiap muslim tidak melakukan pekerjaan yang melahirkan kemaksiatan dan dosa.

"Jangan mengerjakan perbuatan yang dilarang atau melakukan maksiat," ujarnya.

Kedua, "wa qotiluul musyrikin" menurutnya kata "qotiluul" disitu bukan perang fisik melainkan memerangi hawa nafsu, menahan amarah. Karena khususnya bulan muharram dilarang untuk berperang.

"Yang diperangi itu nafsu, amarah diri masing-masing," tuturnya.

Karenanya, dalam bulan muharram muslim diperintahkan untuk berlomba melakukan kebaikan.
***

ditulis: Saputra

No comments:

Post a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Sering Buka Designed by Templateism.com Copyright © 2016

Powered by Blogger.