Hot News

Awalnya Puasa Asyura Adalah Puasanya Bani Quraisy


Puasa asyura pada bulan Muharram, awalnya merupakan hari puasanya Bani Quraisy. Sebagaimana dikatakan Dr.KH.Abdul Halim Soleh mengutip hadits riwayat Abu Dawud dalam kitab Fatul Bari.

"Awalnya Assyuro adalah hari dimana orang quraisy melakukan puasa, dan Rasullullah puasa di zaman itu juga," ujarnya dalam dialog kajian kitab Fatul Bari tentang Puasa muharram di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (27/10).

Berikut hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Kitab Fatul Bari:
 Abu Dawud meriwayatkan, bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Maliki, dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya, dari Aisyah R.A: beliau berkata Hari 'Asyurra adalah hari dimana orang quraisy di zaman jahiliyah melakukan puasa, dan Rasulullah puasa dizaman itu, ketika Rasullullah SAW datang di Madinah beliau puasa dan memerintahkan sahabat berpuasa, ketika puasa di bulan ramadhan diwajibkan maka itulah yang diwajibkan dan tinggalkanlah 'asura, maka siapa yang ingin puasa 'asyura silahkan dan siapa meninggalkan silahkan.

Selain itu, Abdul Halim Soleh menjelaskan  pada tanggal 10 muharram atau hari kedua puasa 'asyuro merupakan hari di mana Nabi Musa mengalahkan fir'aun. 

"Hari itu juga  bertepatan dengan kalahnya Fir'aun," ucapnya.

Dalam kitab Fathul Bari haditsnya sebagai berikut:
Dari Ibnu 'Abbas R.A. Ia berkata : Ketika Nabi SAW datang di Madinah beliau bertemu kaum Yahudi yang sedang berpuasa 'Assyuro, lalu mereka ditanya tentang puasa itu, mereka menjawab, hari ini adalah saat Allah memenangkan Nabi Musa atas Fir'aun, Kami berpuasa sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, lalu Rasullullah bersabda kami lebih utama memberikan penghormatan kepada Musa dari pada kalian dan beliau (Nabi SAW) memerintahkan untuk berpuasa hari Assyura.

Hadits yang terdapat di Kitab Fathul Bari bab puasa itu tertulis "nahnu auliy yamusa minkum". Menurut Abdul Halim artinya Nabi Muhammad lebih tahu dan mengikuti ajaran Nabi.

"Nabi ada kesesuaian dengan Musa dalam 'aqidah dan membenarkan kitabnya, sedang kaum yahudi menyalahi keduanya dan telah merubah kitabnya." Tuturnya.

Abdul Halim mengatakan, dari hadits di atas, ulama telah sepakat puasa asyura hukumnya adalah sunat.

"Ulama bersepakat bahwa puasa 'assyura hukumnya sunnah bukan wajib" ujarnya.
***

ditulis: Saputra

No comments:

Post a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Sering Buka Designed by Templateism.com Copyright © 2016

Powered by Blogger.