Hot News

Mey Hasibuhan

Foto: Abi

Tantangan Merupakan Bagian dari Hidup

1998 ketika itu, Mey bekerja di perusahaan Citybank dan masih menjadi Secretary Business Card Operations Director. Namun, tugasnya bukan hanya sekedar sekretari saja, tapi Dia juga harus mampu menjembatani antara manajemen dan staf karyawan di perusahaan tersebut.

Perusahaan juga melihat sepak terjangnya sangat bagus, dan dinilai mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik selama bekerja di Citybank. Setahun kemudian Mey diangkat menjadi Manager Marketing Communication. Selama menjabat sebagai MMC tugas yang diemban menangani kegiatan promosi. “Ketika saya diberikan tugas menjadi Manager Marketing Communication banyak tugas yang harus dikerjakan mulai dari event, advertising, dan segala hal menyangkut dengan iklan,” Terangnya.

Tiga belas tahun sudah Mey mengabdikan diri menjadi bagian di perusahaan Citybank. Lantas tidak membuat dirinya berhenti disitu saja. Di bulan Agustus 2003, Dia kemudian bergabung di perusahaan Visa Internasional Indonesia. Saat meniti karir di perusahaan baru, Jabatan yang dipegang Mey yaitu sebagai Manager, Marketing.

Tugas dan tanggung jawab yang dipegangnya sangat banyak mulai dari mengembangkan rencana pemasaran terpadu dan inisiatif untuk Indonesia, Melakukan merek bimbingan peran & meningkatkan kehadiran merek Visa melalui pemasaran yang relevan kampanye dan promosi di Indonesia, menjaga hubungan baik dengan Bank, Mitra dan media, serta masih banyak lagi. “Selama di Visa saya juga bermitra dengan Citibank, kemudian berhasil meluncurkan sebuah peroduk yakni visa kartu kredit mini di Indonesia, begitu juga dengan Bank Niaga, kami juga meluncurkan produk Visa Kartu pertama Visa Debit Mini.” Jelasnya.

Nasib berkata lain bagi seorang Mey, harus hijrah ke Amerika sekitar Bulan Mei 2005. Ketika itu, suaminya mendapat tugas kerja di negeri paman Sam, akhirnya di Perusahaan Visa dia hanya bertahan satu setengah tahun. “Saat membuka lembaran kehidupan baru di Amerika, saya juga sempat berkarir disana sana,” jelasnya. Mey menjelaskan bahwa saat bekerja di Visa Internasional Indonesia hanya bertahan selama satu tahun setengah. Saat itu, dirinya bersama anak-anaknya ikut suami yang sedang dinas di Amerika.

Bekerja di Luar Negeri
Ketika ikut suami untuk tinggal di Amerika merupakan hal baru dalam kehidupan Mey, karena Dia harus menyesuaikan diri dengan kultur kehidupan disana. Selain itu, di bulan Mei 2005 kiprahnya pun berlanjut saat bekerja disebuah perusahaan retail yang bernama CATO INC yang berlokasi di Carolina Selatan - Amerika Serikat. “Selama bekerja di perusahaan ini saya tidak mengalami kesulitan yang berarti, karena pengalaman sebelumnya menangani sejumlah perusahaan di Indonesia, diperusahaan ini dipercaya untuk menjabat Manager Customer Service & Penjualan,” jelasnya.

Di perusahaan ini tugas yang diberikan perusahaan dalam menangani Manajemen Toko dan Administrasi, mulai dari toko pembukaan dan penutupan, kontroling pengiriman pengiriman dan penurunan harga. Serta Menjaga toko outlook, interior dan eksterior sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Selama bekerja di perusahaan retail hanya berjalan sekitar satu tahun saja. Tawaran pekerjaan lain pun menghampirinya yakni Perusahaan Solusi MAU. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan jasa outsourcing kurang lebih 1500 staf karyawan untuk BMW Soartanburg Plan yang berlokasi di Carolina Selatan. “Di perusahaan ini saya bekerja mulai dari bulan Juli 2006, saat itu dipercaya untuk menjabat Spesialis Stafiing,” tuturnya.

Saat bekerja di perusahaan Amerika Mey banyak mendapat pengalaman berharga yang diperolehnya selama mencari nafkah di negeri paman Sam. Ternyata tidak mudah perjuangannya dalam menjalankan semua tugas-tugas. “Disini tugas saya menyediakan tenaga kerja untuk berbagai berbagai perusahaan di Amerika salah satunya Yaitu BMW,” terangnya.

Mey menambahkan bahwa hampir tiap bulan calon pelamar yang masuk karyawan diwawancarai berjumlah 1500 orang. Selain itu, para calon karyawan ini akan dilatih sesuai dengan kebutuhan permintaan standard perusahaan. “Tugas lain yang dikerjakan saya yakni mempertahankan status pemohon dalam sistem kolam renang, referensi memeriksa, pekerjaan verifikasi, kerja, dan orientasi kerja, bertindak sebagai Liaison Officer untuk Ketenagakerjaan Verifikasi Agent,” jelasnya.

Prestasi lain yang ditorehkan oleh Mey saat bekerja di MAU yaitu, Menerima Penghargaan , untuk melakukan hal di atas dan di luar tugas-tugas rutin, Mei 2007, Mengikuti Pelatihan Bersandar  dibulan April 2007, yang berlokasi di Marriot Hotel, Greenville, Menghadiri Staffing Industri on-line training dari Staffing E-Trainer (Staffing Industri Orientasi, Menguasai Komunikasi, Diskriminasi Gratis Penyaringan), dibulan November 2007.

Menjelang tahun terakhir Mey pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Solusi MAU di bulan Februari 2008. Kemudian Dia mencoba membuka Galery yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia. “Satu tahun terakhir disana saya membuka gallery, saya mengajar membatik orang-orang bule dia Amerika, dan anak saya menari tarian daerah,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan dilakukan Mey membuka kelas membatik di sekolah, Universitas di Amerika. Pameran Internasional juga diikutinya dengan tujuan memperkenalkan produk-produk Indonesia. “Produk kecil-kecil asal Indonesia yang saya bawa di Indonesia kemudian dijual pada saat pameran internasional,” tuturnya.

Diaku Oleh dia juga aktif di organisasi International Task di GreenVille sebagai anggota tetap komite tersebut disana selama empat tahun berturut-turut. “kalau ada acara serta pengembangan budaya saya selalu diundang, orang Amerika sekarang ini memahami berbagai budaya di luar budaya Amerika, jadi dia ingin memperkaya pengetahuan dengan mengenal budaya-budaya lain,” terangnya.

Berbuat Sesuatu untuk Indonesia.

Setelah meniti karir di sejumlah perusahaan di Amerika akhirnya di tahun 2011 Mey kembali ke tanah Air. Karena suami kembali dia pun ikut kembali ke Indonesia. Namun, satu hal yang ada di benaknya ketika ingin kembali. “Indonesia sudah mengalami banyak perubahan dan saya ingin menjadi bagian untuk terlibat di dalamnya,” ungkapnya seperti dikutip dari Topcareer.

Pengalamanya kian matang setibanya di Indonesia, kurang lebih tujuh tahun Mey bekerja disana, akhirnya Dia bekerja dan menampuk jabatan sebagai Vice President (VP) PT. Finnet Indonesia merupakan anak perusahaan PT. Telkom Indonesia dan YKK Bank Indonesia yang bertanggung jawab untuk set-up dalam mengelola FinPay, satu-satunya Payment Gateway yang menyediakan e – Payment solusi untuk e -Commerce di Indonesia tidak hanya untuk Korporasi tetapi juga Start- up Bisnis yang ada di Indonesia.

Karirnya di PT Finnet Indonesia Mey bertanggung jawab dalam urusa Pemasaran & Penjualan, Marketing Communications , Operasi Kebijakan dan Prosedur menurut sistem pembayaran secara keseluruhan di Indonesia yang ditetapkan oleh Bank Sentral (Bank  Indonesia ) dan Kartu Asosiasi Bisnis ( Visa & MasterCard ). “Hampir lebih dari 150 anggota merchant e -Commerce , bervariasi dari retail , wisata / perhotelan, bank, media ( TV kabel, Cetak, e - Media ) Telco dan kategori merchant lainnya. Tidak hanya itu kami mencapai Target 1 juta transaksi pada akhir tahun dengan lebih dari 6 miliar Rp pendapatan,” terangnya.

Di perusahaan ini Mey juga mampu meluncurkan Finpay di bulan Mei 2012 dengan lebih dari 20 liputan media positif dari utama, perusahaan media di Indonesia dan Singapura termasuk cetak dan elektronik. “Di PT Finnet saya di bidang Paymen Gateway  untuk e-Commerce sistem pembayaran melalui bisnis online, tapi mengurus Paymen sistemnya,” ungkapnya.

Dari perusahaan ini ada sangkut pautnya dengan dunia perkeretaapian, saat itu Mey ditawarkan pekerjaan oleh CEO dari KAI. “Ketika itu CEO PT KAI menawarkan apakah saya mau menjadi bagian dari Indonesia yang baru, kata-kata menjadi bagian yang Indonesia baru inilah yang saya cita-citakan untuk menjadi orang yang bermanfaat,” Imbuhnya.

Menurut Mey bahwa Kereta Api Bandara merupakan transportasi terbaru di Indonesia dan disinilah Dia ingin berbuat yang terbaik untuk PT. Railink dalam membangun jalur transportasi bandara yang bertaraf internasional dan Kereta Api sebagai alat penunjang transportasi darat.
Berkarir di PT Railink.

Saat ini Indonesia tengah membangun sebuah Kereta Api Bandara untuk pertama kalinya. Proyek ini sedang dikembang di Bandara Kula Namu di Sumatra Utara. Bandara tersebut akan menggantikan peran Bandara Polinia yang sudah tidak layak dan termakan usia. “Untuk menunjang fasilitas bandara bertaraf internasional, bandara tersebut harus memiliki jalur transportasi darat yang memadai, dan memudahkan bagi masyarakat, seperti Taksi, Bus, dan salah satunya stasiun yang harus berdekatan dengan akses di bandara,” tuturnya.

Memiliki pengalaman yang sudah dua puluh tahun memegang Manager di perusahaan terkenal mulai dari Pemasaran, Penjualan, Pemasaran Komunikasi, Hubungan Masyarakat , Pengembangan Masyarakat dan Customer Service yang bertugas di bervariasi industri ; Banking dan Business Card, Retail, hingga Telco dan Transportasi/ Kereta Api.

Untuk menerapkan E - ticketing & Pembayaran , dengan menggunakan smart card dan mesin penjual otomatis , tiket dapat dibeli melalui mesin penjual otomatis menggunakan kartu ( kredit / debit / prabayar ). Ini akan menjadi yang pertama di Indonesia bekerja sama dengan 5 bank besar termasuk BNI, BRI , BCA , Bank Mandiri dan Bank Mega.
Wanita berdarah Batak ini juga menanggapi persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.  sebenarnya SDM di indonesia sudah memiliki kualitas yang cukup bersaing. Dalam mengelola SDM di PT Railink mengambil beberapa perusahaan yang berada di dua Badan Usaha Milik Negara yakni dari Perusahaan Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia. “Tetapi untuk bagian customer servise peurusahaan mengambil dari calon karyawan yang fresgradued, serta gabungan karyawan yang sudah memiliki pengalaman yang dibidangnya,” terangnya.

Sistem perekrutan ada beberapa tahapan, pertama calon karyawan akan ditest psikotes, selanjutnya di lakukan test wawancara, tahap terakhir mereka akan di seleksi dengan test medical. Seandainya calon karyawan lulus dari test yang kita berikan maka mereka akan diberikan pembinaan dari sisi penampilan yang sesuai harapan perusahaan.

“Karyawan akan di berikan training selama satu bulan tentang payment sistem kita juga dapat melakukan pembayaran kartu kredit. Kita juga punya finding sistem machine itu ada training tersendiri. Jadi semua bagian kita training, jadi suatu ketika mereka di rotet maka mereka dapat melakukan semuanya,” pungkasnya.

Foto-Foto Mey Hasibuhan:


1 2 3 4 5



 

di tulis oleh: Y Abi Pamungkas



■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja


Klik DI SINI

No comments:

Post a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Sering Buka Designed by Templateism.com Copyright © 2016

Powered by Blogger.