Hot News

Diagnosa dan Pencegahan Leptospirosis



Pada tahap awal, Leptospirosis ringan akan sulit untuk didiagnosa, karena gejalanya mirip dengan flu dan infeksi umum lainnya. Prosedur diagnostik flu biasanya tidak baik untuk mengidentifikasi Leptospirosis. Untuk mendiagnosa leptospirosis maka hal yang perlu di perhatikan adalah riwayat penyakitnya, gejala klinis dan diagnosa penunjang. Bila ada kemungkinan Leptospirosis berat, barulah tes diagnostik yang ditargetkan baru dilakukan.

Dokter mungkin akan bertanya apakah pasien pernah berenang di sebuah danau, kolam, kanal atau sungai. Pasien harus memberitahu dokter tentang segala kegiatan yang terjadi di rumah pemotongan, pertanian, perawatan hewan, atau apa pun yang mungkin dapat menjadi sebab kontak dengan air kencing atau darah hewan. Sebagai diagnosa penunjang dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan urin dan darah. Pemeriksaan urin sangat perlu dilakukan untuk mendiagnosa leptospirosis. Karena bakteri leptospira berada di dalam urin sejak awal penyakit ini dan akan menetapa pada minggu ketiga. Cairan tubuh lainnya yang dapat mengandung lepstospira adalah cairan darah.

Bagi penderita yang sudah positif terkena leptospirosis, kemungkinan dokter akan memberikan resep antibiotic 5-7 hari saja. Pasien perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan antibiotik intravena. Tergantung pada organ yang terkena, alat bantu pernapasan mungkin diperlukan untuk membantu pernapasan, seperti juga mungkin dialysis diperlukan jika ginjal yang terkena. Cairan intravena juga diperlukan untuk hidrat pasien dan memberikan nutrisi penting. Rawat inap dapat berkisar dari hanya beberapa minggu sampai beberapa bulan. Sebagian besar durasi tinggal di Rumah Sakit tergantung pada bagaimana pasien merespon pengobatan antibiotik, dan seberapa parah organ mereka terpengaruh atau rusak.

Pencegahan. Untuk mencegah leptospirosis mereka yang rutin melakukan aktivitas di air tawar harus memastikan bahwa setiap luka dikulit harus ditutupi dengan berpakaian tahan air (juga untuk melindungi terhadap infeksi lain, seperti hepatitis A atau giardiasis). Setelah berenang di daerah air tawar, harus mandi secara menyeluruh. Pencegahan ini juga bisa dilakukan di tempat kerja. Bagi  mereka yang selalu melakukan kontak dengan hewan, atau air atau tanah yang berpotensi terkontaminasi harus memastikan mereka memakai pakaian pelindung yang sesuai dengan aturan, seperti mengenakan sarung tangan, masker, sepatu boot dan/atau kacamata pelindung.

“Leptospirosis adalah penyakit yang sangat cepat berkembang dan berkaitan dengan air yang tercemar oleh urin tikus, maka menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk mencegah berkembannya penyakit ini”, tutup dr. Okki.


di tulis oleh: Pramita



■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:

Post a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Sering Buka Designed by Templateism.com Copyright © 2016

Powered by Blogger.