![]() |
| Foto: Istimewa | Kegiatan ngabuburit. |
kata merdeka.com Jalan Pahlawan Kota Semarang adalah salah satu jalan penghubung menuju Simpang Lima. Pada saat sore menjelang berbuka hingga malam hari, jalan ini berubah menjadi tujuan wisata baru yang ramai. Tempat yang lapang, terang, dan tersedianya aneka jajan membuat malam di Jalan Pahlawan Semarang selalu ramai. Lebih-lebih di akhir pekan ini sangat ramai. Sejak awal 2011, Pemkot Semarang mulai menata Jalan Pahlawan Kota Semarang. Lintasan trotoar sepanjang lebih dari 500 meter ditata ulang menjadi lebih luas dan lapang. Fasilitas tempat sampah pun ditambah. Tak lupa pohon-pohon baru juga ditanam di sepanjang trotoar meskipun kini belum rindang.
sejarahnya, dahulu, jalan Pahlawan hanya jalan biasa yang ramai karena menjadi pusat perkantoran pemerintah di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selain kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, di sini terdapat berbagai perkantoran penting lainya seperti Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Perum Perhutani, Disperindag Jateng, BPS Jateng serta Polda Jateng. Nah setelah di’sulap’ dengan sedemikian rupa, Selama bulan Ramadan ini, mulai dari pukul 16.00 WIB muda-mudi atau keluarga akan memadati sudut-sudut Jalan Pahlawan Kota Semarang. Pasalnya, banyak muncul pedagang musiman yang menawarkan aneka makanan dan minuman untuk berbuka. Ini juga tidak jauh berbeda dengan kota lainnya seperti Jakarta dan Bandung, mungkin di daerah lain sama kali ya, kawan? Bulan ramdhan, saya selalu suka dengan waktu-waktu menjemput adzan magrib, soalnya tenggang rasa, kebersamaan, dan indahnya sore hari menunggu berbuka adalah keindahan yang tidak pernah saya utarakan lewat kata-kata.
masih lanjut, kawan untuk berbincang di kota semarang, di Jl Pahlwan itu, ditulis merdeka.com bahwasannya beragam aktivitas dan kegiatan biasa dilakukan beberapa anak muda di sini. Mulai dari membeli makanan atau hanya duduk-duduk santai menikmati suasana yang ramai. Di antara beberapa pedagang, kerumunan anak baru gede (ABG) dan mahasiswa biasanya juga terlihat sedang menjajakan makanan. Keuntungan hasil dagangan yang mereka dapat ada yang digunakan untuk bakti sosial atau mendukung aktivitas kampus lainya. Namun, ada juga yang digunakan untuk keperluan dan kebutuhan pribadi mereka yang rata-rata sebagai anak kos. Bila datang menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki di Jalan Pahlawan Kota Semarang, pembeli tidak perlu bersusah payah mencari makanan dan minuman karena para pedagang akan dengan sigap menawarkan menu andalannya.
Jajanan yang dijajakan di sana, merupakan menu wajib untuk mengawali berbuka puasa seperti es buah, teh manis, gorengan, kolak, kue-kue ringan dan barbagai jenis makanan dan minuman lainnya akan membuat Anda tertarik untuk membeli. Soal harga, tidak perlu khawatir karena semua yang dijual di sini tidak akan menguras isi dari kantong Anda. Harganya hanya berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 5.000 saja untuk satu porsi menunya. Selain tersedia beberapa makanan dan minuman ringan, juga tersedia beberapa permainan seperti; sepatu roda, roller blade dan sepeda baik yang disewakan maupun dari beberapa klub dan komunitas yang hadir.
Usai Waktu Ashar. Kapan sih para pedang itu tiba-tiba ada dan
menawarkan suguhan untuk berbuka? Merdeka
menuliskannya, para pedagang itu Usai waktu salat Ashar, sudah mulai
membuka lapak dagangan. Ini biasanya berlangsung selama sebulan penuh. Kita
tidak hanya bisa menikmati Jalan Pahlawan di malam atau sore hari. Namun, di
setiap hari Minggu pagi jalan Pahlawan diberlakukan Car Free Day antara pukul
05.00 WIB sampai 09.00 WIB. Jalanan lurus dan lebar ini pun berubah menjadi
area bermain bagi keluarga. Berbagai komunitas, dari komunitas sepeda onthel,
pecinta otomotif hingga komunitas pecinta binatang berkumpul. Jika anda
mengunjungi Kota Semarang selama bulan Ramadan kali ini, jangan lupa sempatkan
diri untuk ngabuburit di Jalan Pahlawan Kota Semarang ini.

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.