![]() |
| Foto: Istimewa | Taufiq Kiemas (Ke Dua dari kiri) |
Lanjut
irman, Taufiq Kiemas merupakan orang yang suka menelepon, diceritakannya sebelum
dia ke NTT, dia menelepon menanyakan saya ingin bertemu. “Namun karena beliau
masuk rumah sakit, saya piker biasa sajakan, lalu sepulang saya dari luar kota
lalu dengar berita ini. “ ungkapnya. Tapi, lanjut Irman, Alhamdulillah semua sudah sesuai dengan
cita-citanya, istilahnya walaupun di panggil dia dalam medan juang begitu.
Taufiq
sebagai pencetus empat pilar, Irman mengaku ikut bersosialisasi menyuarakan
empat pilar pancasila. “Iya pernah, kita sama-sama MPR, DPR, DPD ke Kalimantan
kemana-mana.” Terangnya.
Mengeani
pro dan kontra perihal empat pilar pancasila, Irman menanggapi bahwa hal
pro-kontra sudah biasa, yang penting apa yang beliau lakukan adalah berjuang
untuk apa yang di perlukan bangsa. “Urusan empat pilar itu soal istilah itu apa
saja, yang penting kita memegang teguh pancasila, NKRI, Bhineka itukan
prularlisme, dan UUD 45. Jadi walaupun pancasila itu filsafat bangsa Negara,
apa yang beliau lakukan inikan bias kita lihat sekarang kita kehilangan ketua
terbaik ini tanda rakyat mengapresiasi apa yang di lakukannya, karena apa yang
di lakukan itu sesuai denga hatinya.” Jelasnya.
Irman
Gusman mengaku belum mengetahui siapa yang akan menggantikan Taufiq Kiemas. Dirinya
hanya ingin mengikuti mekanisme yang ada. “Saya sendiri belum melihatkarena
sampai saat ini belum masuk kantor, bagaimana proses pemilihanya, belum juga kita
bicarakan nama-nama yang akan muncul, karena beliau juga baru meninggalkan
kita, saya hanya ngobrol dan menghibur dalam taziahini” paparnya. Tandasnya, ibu
mega masih bersedih kita ngobrol yang ringan-ringan saja sambil ngopi, itukan
tugas kita meng hibur yang sedang berduka.
Oleh: Nina, Anugrah | Berbagi
dengan SerBu
■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.