![]() |
| Foto: Istimewa | Gerakan Parkour |
“Olahraga ini sepertinya bakal cepat popular di kalangan anak muda kita. Selain murah meriah, dan tidak memerlukan peralatan yang mahal dan rumit.” ujar Fadly, salah satu penggagas komunitas Parkour Jakarta.
Parkour memiliki arti bergerak atau berpindah tempat dari satu pijakan ke pijakan yang lain seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan kemampuan diri kita sepenuhnya.
Nama parkour diperkenalkan pertama kali ke seluruh dunia oleh pemuda yang benama David Belle, ia berkebangsaan Prancis. Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada Abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert teinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik.
Akhirnya Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘to be strong, to be useful’. Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhinya dipakai para tentara Prancis di perang
Singkat cerita, Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan haling rintang dan metode natual yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Tujuan dan inti dari adalah mampu menghadapi semua rintangan di sepanjang trek yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan menggunakan kekuatan fisik dan gerakan cepat tanpa banyak energi untuk sampai tujuan.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu menjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadang kala setiap rintangan yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.
Banyak orang awam yang beranggapan bahwa Parkour adalah olahraga ekstrim. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius. Perlahan beberapa traceur (praktisi Parkour) yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam parkour mulai bertambah.
Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber terpercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing.
“Intinya adalah Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Namun juga menceminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olahraga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.” tambahnya.
Perkembangan komunitas Parkour Jakarta saat ini semakin hari semakin banyak anggotanya. Sekarang ada sekitar 100 anggota. Dan yang aktif sekitar 50 orang. Di komunitas ini tidak hanya pria saja yang menjadi anggota namun juga ada perempuan sekitar 10 orang.
Anggota Parkour Jakarta berasal dari bebagai kalangan masyarakat. Mulai dari karyawan, mahasiswa, anak-anak, hingga ibu rumah tangga. Kegiatan rutin komunitas ini adalah latihan yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu.
Latihan fisik ditujukan untuk meningkatkan stamina dan kekuatan dari setiap anggota. Sedangkan free jamming ditujukan untuk melatih kreatifitas dan skill masing-masing individu. Latihan ini biasa digelar setiap hari Rabu dan Jumat.
Aktivitas lain anggota komunitas parkour adalah selain kumpul-kumpul, menghadiri workshop, sahur on the road, buka puasa bersama. Komunitas ini juga mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti kerjasama dengan organisasi pecinta lingkungan, WWF. Rencananya pada bulan Juni, Parkour Jakarta akan mengadakan acara yang diberi nama Green Parkour, yang akan diikuti juga di masing-masing
Untuk menjadi bagian dari Parkour
Kendala yang sering dialami biasanya mengenai tempat latihan. “Biasanya ada satpam yang tidak memperbolehkan kami latihan.” katanya. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi masalah buat mereka.
Parkour Jakarta berharap dapat memperkuat dan menanamkan rasa solidaritas sesama pecinta parkour di
Oleh: hasballah | berbagi untuk Ser-Bu
■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.