![]() |
| Foto: Istimewa | Budiman Sudjatmiko |
Ujar Budiman, Taufiq Kiemas merupakan seorang
particular yang kemudian menjadi seorang yang general. Artinya, jelas Budiman,
ia membawa kepentingan yang lebih umum, yang lebih besar, kemudian yang pada
akhirnya Taufiq merumuskan empat pilar itu, itu menjadi puncak dari perjalanan
sebagai manusia maupun sebagai manusia politik.
“Bang Taufiq itu orang yang dalam berpolitiknya seperti
air, apa itu air? Cair, celah seperti apapun bisa masuk. Kalau Bu Mega itu,
Kristal. Sama-sama jernis, satu jernih masuk semua lobang, Bu Megalah yang
kemudian menggumpalkannya. Menjadi satu gumpalan Kristal.” Ujar Budiman.
Melihat sisi Taufiq sebagai ketua MPR, Taufiq
berpendapat bahwasannya ada satu yang menjadi konsen seorang Taufiq Kiemas,
yaitu tegas Budiman, ia ingin menghadirkan kembali pancasila, yang sempat
terlupakan pada masa-masa awal reformasi. Pasalnya pada masa reformasi,
pancasila dianggap memusuhi HAM. Dianggap memusuhi demokrasi, dianggap memusuhi
macem-macem. “Dikarenakan dulu ordebaru menggunakan pancasila untuk menindas
kaum represi.” Terangnya.
Taufiq dalam pandangan Budi merupakan seorang bapak,
seorang sahabat. Dia itu, ujar Budi selalu tidak ingin ngomongin politik selalu
ngomongin personal, dalam rangka emosional. Satu hal, menurut Budiman, Taufiq
Kiemas lebih suka ngobrol sama anak-anak muda. Sebab, Taufiq pernah mengaku
selalu menjadi muda jika kumpul dan berbincang dengan anak muda . “Sebab kalau
ngumpul sama orang tua ngomongnya kekuasaan mulu, kalau ngumpul sama anak-anak
muda itu ngomong ide, bukan kekuasaan, ngomongnya kebangsaaan.” Ujar Budi
menirukan ucapan Taufiq semasa hidupnya.
Budi mengatakan,
untuk tahun pemilu 2014 nanti, semua orang tahu, ia (Taufiq Kiemas) selalu
berpesan serahkan semuanya kepada kaun muda, begitu. “Pak taufiq itu lintas
kelompok, dia juga lintas generasi.” Tegas Budi. Disinggung mengenai tidak
merestuainya Mega maju dalam pilpres 2014, Budi mengatakan itu hanya himbauan,
itu bukan larangan. “Siapapun nggak bisa melarang. Itu Cuma himbauan, semuanya
biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh-anah.” Ujarnya.
Sepeninggalan Taufiq Kiemas, implikasinya partai
ingin melahirkan Taufiq Kiemas-Taufiq Kiemas muda. Ada yang menggantikan Taufiq
Kiemas dalam waktu dekat, Budiman meyakini bahwa seribu anak muda yang
berpikiran sama yang pernah diskusi dengan dia, pernah belajar dari beliau,
pernah ditegur oleh beliau, yang pernah dibimbing oleh beliau, pernah dimarahi
oleh beliau, yang pernah disayang oleh beliau,
semuanya bisa belajar, dan kemudian aspek-aspek dari bekiau, dan semua
itu bisa di share oleh semua orang. “Semua
itu saya piker tantangan buat PDIP.” Terangnya.
“Saya pikir Bu mega kehilangan suatu partner yang
setara. Pertanyaan ketika PDIP ditinggap Pak Taufiq akan bagaimana? ini justru
sebuah titik awal. Bahwa, maaf seorang Taufiq Kiemas bisa meninggal. Tapi idenya
kan tidak. Kitakan berkepentingan bagaimana ide itu hidup.” Tandasnya.
Oleh: S. Sopian | berbagi untuk SerBu.
■ Moderator : Sering Buka | Semua Bisa Menulis Apa Saja

No comments:
Post a Comment
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi seringbuka.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
seringbuka.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.